Jumat, 03 Maret 2017

PENANGANAN PERDARAHAN



https://kliniktrimitra.files.wordpress.com/2014/05/

Salam Lestari Para Petualang Indonesia! Sebagi petualang  yang identik dengan bahaya, kita sepantasnya harus mengetahui materi-materi dasar SAR dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Bagaimana cara menolong dan perwatannya? Bagaimana cara mengatasi kemungkinan terburuk saat kita mendaki atau berpetualang?
Nah, tulisan kali ini saya akan membagikan informasi salah satu materi dasar PPGD. Bagi kalian para petualang, pernahkah kalian mengalami atau melihat yang namanya kecelakaan, dan salah satu contohnya adalah luka yang menyebabkan perdarahan? Bila kita melihat atau mengalaminya, kadang kita panik untuk menolong atau menanggulanginya. Tak perlu panik, karena cara menangani perdarahan sangatlah mudah. Yang kalian harus ingat adalah TEP++.  Apa itu TEP++?
1.  T : Tekan, beri tekanan diatas luka dengan kassa, kain, atau bahan yang menyerap cairan. Hal ini bertujuan untuk menutup pembuluh darah sekitar yang terbuka.

2. E : Elevasi, tinggikan area luka lebih tinggi dari jantung. Gunanya untuk menguranfi volume darah yang mengalir ke luka.

3.  P : Perban, luka yang telah ditutup harus diperban. Bisa menggunakan kain bersih, pembalut gulungan, robekan baju atau sarung. Fungsinya untuk menambah tekanan pada sekitar luka agar volume darah berkurang. *tidak boleh terlalu kencang, longgarkan sedikit.

4.  +1 : Setelah itu evaluasi hasil perban dengan cara menekan ujung jari selama 5 detik, dan lepaskan secara tiba-tiba. Kika ujung jari kembali memerah dalam waktu dibawah 2 detik, maka pembalutan baik. Jika diatas 2 detik, artinya pembalutan terlalu kencang, bila terlalu kecang longgarkan sedikit.

5.  +2 : Jika luka berada di area gerak bagian atas, berikan gendongan.

So, itulah cara mudah menangani apabila rekan petualang mengalami atau melihat perdarahan. Berhati-hatilah dan safety first. Semoga bermanfaat dan JANGAN LUPA FOLLOW.


Sumber :

weiss EA. 2005. A Comprehensive guide to wilderness and travel mediceni 3rd edition.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar