
Salam Lestari
Para Petualang Indonesia! Sebagi petualang
yang identik dengan bahaya, kita sepantasnya harus mengetahui
materi-materi dasar SAR dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Bagaimana
cara menolong dan perwatannya? Bagaimana cara mengatasi kemungkinan terburuk
saat kita mendaki atau berpetualang?
Nah, tulisan
kali ini saya akan membagikan informasi salah satu materi dasar PPGD. Bagi kalian
para petualang, pernahkah kalian mengalami atau melihat yang namanya
kecelakaan, dan salah satu contohnya adalah luka yang menyebabkan perdarahan? Bila
kita melihat atau mengalaminya, kadang kita panik untuk menolong atau
menanggulanginya. Tak perlu panik, karena cara menangani perdarahan sangatlah
mudah. Yang kalian harus ingat adalah TEP++. Apa itu TEP++?
1. T : Tekan, beri tekanan diatas luka dengan kassa,
kain, atau bahan yang menyerap cairan. Hal ini bertujuan untuk menutup pembuluh
darah sekitar yang terbuka.
2. E : Elevasi, tinggikan area luka lebih tinggi
dari jantung. Gunanya untuk menguranfi volume darah yang mengalir ke luka.
3. P : Perban, luka yang telah ditutup harus
diperban. Bisa menggunakan kain bersih, pembalut gulungan, robekan baju atau
sarung. Fungsinya untuk menambah tekanan pada sekitar luka agar volume darah
berkurang. *tidak boleh terlalu kencang, longgarkan sedikit.
4. +1 : Setelah itu evaluasi hasil perban dengan
cara menekan ujung jari selama 5 detik, dan lepaskan secara tiba-tiba. Kika ujung
jari kembali memerah dalam waktu dibawah 2 detik, maka pembalutan baik. Jika diatas
2 detik, artinya pembalutan terlalu kencang, bila terlalu kecang longgarkan
sedikit.
5. +2 : Jika luka berada di area gerak bagian atas,
berikan gendongan.
So, itulah cara
mudah menangani apabila rekan petualang mengalami atau melihat perdarahan.
Berhati-hatilah dan safety first. Semoga bermanfaat dan JANGAN LUPA FOLLOW.
Sumber :
weiss
EA. 2005. A Comprehensive guide to wilderness and travel mediceni 3rd edition.
0 komentar:
Posting Komentar