Celana jeans merupakan pakaian yang tak pernah luntur walau tergerus
jaman. Banyak model-model atau bisa
disebut modifikasi celana jeans dari tahun ke tahun. Celana jeans ketat adalah
salah satu trend yang populer masa kini, terutama anak muda. Celana jeans juga
memberi perasaan serta penampilan elegan dan megah bagi pemakainya. Namun
penggunaan celana jeans itu ibarat kotak pandora, kelihatan elegan tetapi
didalamnya merusak. Untuk informasi pemakaian celana jeans, mari kita
mempelajari dari tanggapan para ahli dibidangnya masing-masing mengenai
pemakaian atau penggunaan celana jeans, yaitu:
1.
Menurut ahli bedah
Menurut Karen Boyle,
seorang ahli bedah di Greater Baltimore Medical Center (USA), jeans ketat
bisa memicu meralgia paresthetica, yaitu suatu kondisi yang meremas saraf yang
melewati daerah luar paha, dan yang menyebabkan mati rasa, terbakar, dan
sensasi kesemutan. Jeans ketat diyakini dapat menimbulkan tekanan konstan pada
saraf, yang dapat menyebabkan apa yang dikenal dengan sindrom kesemutan paha.
Celana jeans terlalu ketat, yang umumnya lebih sering dipakai oleh wanita, akan
meningkatkan risiko meralgia paresthetica. Orang yang memakai skinny jeans
ultra ketat cenderung mengalami perasaan geli yang tidak biasa, yang
dirasakan naik dan turun sepanjang paha. Semua ini adalah gejala kerusakan
saraf. Penekanan syaraf yang berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen.
2.
Menurut ahli terapi fisik
Ahli terapi fisik
berpendapat bahwa saraf kutaneus lateral pada paha berperan penting untuk
memberikan sensasi ke bagian atas dan bawah kaki. Oleh karena itu,
membungkus kaki dengan jeans ketat bisa menjepit saraf kutan lateral, yang akan
memberikan kaki atas dan bawah mengalami sensasi mengambang sambil berjalan.
Hal ini akan memberikan perasaan kaki seperti tidak ada pada tubuh. Selain
sensasi yang aneh ini, orang tersebut bisa mengalami kelemahan di bagian
paha.
3.
Menurut Neurolog
Neurolog juga
menegaskan bahwa penggunaan jeans ketat akan membuat tekanan berlebihan pada
saraf kutan lateral, yang menyebabkan sindrom kesemutan paha. Selain
menyebabkan perasaan geli pada paha, mengenakan jeans ketat juga diyakini dapat
menyebabkan ketidaknyamanan pada perut, pembekuan darah, mulas, dan nyeri
punggung bagian bawah. Pemakai jeans ketat yang mengeluhkan paha seperti mati
rasa merupakan indikasi jika sirkulasi darah pada paha tidak memadai. Jika Anda
mengabaikan ketidaknyamanan ini, mungkin pada akhirnya akan memicu kerusakan
syaraf peranen.
Bagi pendaki gunung dengan seringnya
berjalan hampir berjam-jam harus memikirkan perencanan pendakian semaksimal
mungkin, jangan nantinya malah memperburuk keadaan. Salah satunya penggunaan
celana, ada yang memakai celana outdoor, training, ataupun jeans. Penggunaan
celana bagaimana si pemakai merasa nyaman. Namun banyak diantara kita yang
menjadi penggiat alam terutama pendaki gunung yang memakai celana jeans saat melakukan pendakian. Katanya sih
nyaman dan kekinian. Memang kenyamanan selama pendakian
diperlukan, akan tetapi ada baiknya kita tahu akan efek-efek negatif bagi
kesehatan bagi mereka yang memakai
celana jeans yang dikatakannya nyaman memakainya. Celana jeans seperti saya
katakan diatas tadi merupakan kotak pandora. Bila kita cermati tanggapan dari
para ahi kesehatan tentang dampak penggunaan atau pemakaian celana jeans, maka
dapat disimpulkan beberapa fakta atau efek bagi kesehatan terhadapap penggunaan
atau pemakaian celana jeans pada saat melakukan pendakian gunung, adalah:
1. Saat mendaki gunung, otot panggul, perut,
paha, betis, dan kaki kita akan melakukan fase kontraksi dan relaksasi
berulang-ulang. Maka itu akan terjadi perubahan diameter paha, betis dan kaki
secara berulang-ulang juga. Sehingga anggota gerak tubuh bagian bawah kita
membutuhkan space yang cukup. Nah, kalau memakai CELANA JEANS akan MEMBATASI
pergerakan dari otot-otot saat berkontraksi, sehingga kemudian memudahkan
terkena cedera otot.
2. Mengenakan jeans ketat saat mendaki
gunung cendurung dapat menekan saraf di seluruh paha. Hal ini bisa
menyebabkan mati rasa atau sensasi rasa terbakar di daerah paha. Jika
diabaikan, hal ini bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf di
daerah paha.
3. Selain cedera, Celana Jeans yang ketat
apalagi Celana Jeans Pensil, akan mengganggu sistem peredaran darah dan saraf
yang ada di anggota gerak. Hal tersebut akan menyebabkan Compartment Syndrome, dimana sel-sel otak tidak mendapatkan suplai
darah yang baik, sehingga dapat terjadi kematian sel, penurunan kerja otot, dan
jika dibiarkan dan berulang-ulang dapat terjadi kelumpuhan.
4. Celana Jeans yang ketat juga membatasi
gerak sendi, sehingga saat melangkah, pendaki sangat rawan untuk terkilir
akibat berpijak pada tumpuan yang tidak pas, akibat ayunan dan langkah kaki
yang tidak bebas.
5. Celana Jeans bersifat low absorbable material, dimana Jeans
sangat lama dalam menyerapi air/keringat, dan sangat lama keringnya. Hal ini
berbahaya jika digunakan saat musim hujan,karena dapat meningkatkan resiko
hypotermia.
6. Celana jeans dapat juga mengakibatkan
Paresthesia atau biasa disebut dengan istilah Meralgia
paresthetica, yaitu gangguan saraf dari tulang belakang menuju paha.
Gangguan saraf tersebut dapat menyebabkan kesemutan. Selain itu dapat juga
menyebabkan nyeri hingga mati rasa pada paha, pinggul, dan kaki secara keseluruhan.
7.
Selain
mendapatkan gangguan saraf bagian bawah tubuh. Celana jeans juga dapat
mengakibatkan kandidiasis. Kandidiasis merupakan satu penyakit akibat dari
infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida. Ketika Anda merasa kulit Anda
seperti terbakar berarti Anda sedang mengalami gejalanya.
Nah, itu adalah beberapa dampak atau
efek dalam penggunaan celana jeans saat melakukan pendakian. Ingat “GUNUNG
BUKAN MALL, SIMPAN JEANSMU DIRUMAH”. Salam Lestari.
Sumber:
@dokter_petualang